Posts

Showing posts from July, 2022

Para Astronom Menemukan 1.701 Jejak Asteroid Baru dalam Gambar Hubble

Image
Melalui penggabungan kecerdasan buatan dengan banyak mata manusia yang tajam, para astronom telah menemukan 1.701 jejak asteroid baru dalam data arsip dari Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA/ESA, yang terdiri dari lebih dari 37.000 gambar yang membentang selama dua dekade. Proyek tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics pada 6 Mei 2022 berjudul “Hubble Asteroid Hunter I. Identifying asteroid trails in Hubble Space Telescope images”, mencerminkan nilai Hubble bagi para ilmuwan sebagai pemburu asteroid dan bagaimana masyarakat dapat secara efektif berkontribusi pada inisiatif sains warga. Pada Hari Asteroid Internasional pada Juni 2019, sekelompok astronom internasional meluncurkan Hubble Asteroid Hunter, yaitu sebuah proyek sains warga untuk mengidentifikasi asteroid dalam arsip data Hubble. Inisiatif ini telah dikembangkan oleh para peneliti dan insinyur di European Science and Technology Centre (ESTEC) dan European Space Astronomy Centre’s Science Data Centr...

Sumber Hujan Elektron Pengganggu Satelit dan Pesawat Angkasa Ditemukan

Image
Ilmuwan UCLA telah menemukan sumber baru elektron energik super cepat yang menghujani Bumi, sebuah fenomena yang berkontribusi pada aurora borealis yang berwarna-warni tetapi juga menimbulkan bahaya bagi satelit, pesawat ruang angkasa, dan astronaut. Para peneliti mengamati "presipitasi elektron" yang tak terduga dan cepat dari orbit rendah Bumi menggunakan misi ELFIN, yaitu sepasang satelit kecil yang dibangun dan dioperasikan di kampus UCLA oleh mahasiswa sarjana dan pascasarjana yang dipandu oleh tim kecil staf mentor. Dengan menggabungkan data ELFIN dan pengamatan yang lebih jauh dari pesawat ruang angkasa THEMIS NASA, para ilmuwan menentukan bahwa hujan tiba-tiba disebabkan oleh gelombang peluit, yaitu sejenis gelombang elektromagnetik yang beriak melalui plasma di ruang angkasa dan memengaruhi elektron di magnetosfer Bumi, sehingga menyebabkan mereka " tumpah" ke atmosfer. Temuan mereka ini telah dipublikasikan pada 25 Maret 2022 di jurnal Nature Communication...

Legenda Italia Kuno, Kekaisaran Alba Longa Sebelum Kemunculan Romawi

Image
Alba Longa digambarkan oleh Livy, sejarawan kuno sebagai legenda Italia Kuno yang berlokasi di kawasan Italia, dikelilingi dengan pemandangan eksotis yang menakjubkan perbukitan Alban. Meskipun tidak diketahui persis lokasinya karena telah dihancurkan pada awal sejarah Romawi, dipercaya situs Alba Longa berada di kaki gunung Alban sekitar 12 mil dari Roma. Penduduknya sering disebut dengan orang-orang Latin, dari kata Latium atau Latinus. "Cukup rumit menggambarkan Alba Longa, mengingat eksistensinya jauh sebelum berdirinya Romawi, hanya saja Livy (Titus Livius) cukup banyak menuliskannya," tulis NS Gil kepada Tought Co., dalam artikelnya yang berjudul "What Is the Location and Legend of Alba Longa?", dipublikasi pada 17 Januari 2020. Livy menggambarkan Lavinia sebagai seorang ratu dari kerajaan Lavinium. Ia merupakan sosok wanita tangguh yang menjadi wali dari seorang anak bernama Ascanius. 30 tahun berselang pasca Lavinium berdiri, Ascanius mendirikan Alba Longa, ...

Selidik Mosasaurus, Monster Laut yang Berenang dengan Gaya Dada

Image
  Mosasaurus adalah monster laut sejati dari akhir zaman kapur sekitar 65 juta tahun yang lalu. Pada masanya, mosasaurus merupakan predator laut yang paling dominan seperti dinosaurus yang mendominasi daratan. Mosasaurus sangat mungkin akan memakan hampir setiap jenis mangsa yang bisa mereka tangkap, termasuk ikan, hiu, burung laut, hingga Mosasaurus lainnya. Sebagai perumpamaan, Mosasaurus seperti paus Orca di zaman sekarang. Ukuran Mosasaurus terbesar sebanding dengan ukuran hiu Megalodon. Menurut Natural History Museum yang berada di London, Inggris, hiu raksasa yang hidup antara 15,9 juta hingga 2,6 juta tahun lalu ini mampu memiliki panjang tubuh sekitar 15 sampai 18 meter. Monster laut ini terkait dengan ular modern dan biawak, tumbuh sepanjang lima puluh kaki, menonjolkan dua deretan gigi tajam, dan mencabik-cabik korban mereka dengan rahang yang besar dan kuat. Sekarang, sebuah penelitian yang dipresentasikan di GSA Annual Meeting in Phoenix, Arizona belum lama ini menunjuk...

Paus Raksasa Kemungkinan Menjadi Makanan Megalodon 15 Juta Tahun Lalu

Image
Seekor hiu besar, mungkin megalodon (Otodus megalodon), hiu terbesar yang pernah hidup, menikamkan giginya ke dalam paus balin. Peristiwa itu tampaknya terjadi pada 15 juta tahun yang lalu di tempat yang sekarang disebut Maryland, menurut sebuah studi baru tentang tulang sirip paus. Namun, paus itu mungkin sudah mati dan mengambang di permukaan air, berdasarkan analisis bekas gigitan pada jari-jarinya, atau tulang sirip. Jadi megalodon atau hiu raksasa lainnya kemungkinan besar sedang mengais-ngais binatang buas itu, menggigit sirip ikan paus dan meronta-ronta kepalanya bolak-balik untuk merobek makanannya. "Jejak-jejak gigitan yang terdiri dari cekungan melengkung tipis pada jari-jari kemungkinan menunjukkan pemulungan daripada pemangsaan aktif," ujar pemimpin peneliti studi Stephen Godfrey, kurator paleontologi di Calvert Marine Museum di Solomons, Maryland, Dilansir dari  Live Science dalam artikelnya. Kolektor fosil Maryland William (Douggie) Douglass menemukan tulang ika...

Akhirnya Pasangan Papan Ski yang Terbenam 1.300 Tahun Silam Ditemukan

Image
Penggunaan papan ski di tanah bersalju sudah lama digandrungi oleh orang Eropa sebagai transportasi musim dingin. Tidak jelas detail daerah asal-usul penggunaannya bermula. Kemudian banyak peninggalan papan ski terungkap di seantero kawasan yang iklimnya mendapatkan salju, terutama di belahan utara seperti Skandinavia, Rusia, hingga Siberia. Pengungkapan ini membuat kita mulai memahami bagaimana cara orang zaman dahulu menggunakan papan ski. Yang terbaru pada September, sebuah tim penelitian di Norwegia menemukan papan ski dari masa prasejarah di Gunung Digervarden, Norwegia, yang terbenam es pada 1.300 tahun yang lalu, dan diperkirakan papan itu dibuat maupun digunakan pada Zaman Besi akhir. Uniknya, papan ski yang ditemukan ini ternyata adalah pasangan dari papan ski kuno yang ditemukan di tempat yang sama tahun 2014. Meski bukan papan ski kuno tertua, dan masih banyak temuan sejenis di tempat lainnya, sepasang papan kuno ini kondisinya sangat awet. Terkait sebelah papan ski yang dit...

Kargo Dragon Terbaru SpaceX Berlabuh di Stasiun Luar Angkasa

Image
Kapal kargo Dragon terbaru SpaceX dilaporkan telah tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 30 Agustus 2021. Dragon diketahui membawa lengan robot eksperimental dan banyak peralatan hingga perlengapan penelitian lainnya. Menariknya tibanya Dragon bertepatan dengan hari ulang tahun salah satu astronot di ISS. Dragon dilaporkan tiba di ISS pada pukul 10.30 Eastern Daylight Time (EDT) atau pukul 21.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), dan mengakhiri pengejaran orbit selama 32 jam. Pada saat itu, ISS dan Dragon diketahui sedang berada 264 mil atau sekitar 425 km di atas Australia barat. "Selamat kepada tim NASA dan SpaceX dan terima kasih banyak. Tidak ada yang pernah mengirimi saya pesawat ruang angkasa untuk ulang tahun saya sebelumnya," astronot NASA Megan McArthur mengirim radio Mission Control sesaat setelah berlabuh. Pernyataan Megan dianggap menarik, karena saat Dragon tiba di ISS, itu bersamaan dengan hari ulang tahun Megan yang ke-50. "Itu (Dragon) hadiah ul...

Temuan Dua Asteroid Bermateri Organik di Antara Mars dan Jupiter

Image
Para ilmuwan telah mengidentifikasi keberadaan dua asteroid yang tidak biasa, keduanya ditemukan di antara Mars dan Jupiter. Menurut mereka, kedua asteroid tersebut seharusnya tidak ada di sana. Bagaimana ia bisa sampai di sana? Masih menjadi pertanyaan. Ditemukan oleh Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang, dua batuan ruang angkasa itu pun diberi nama sebagai 203 Pompeja yang memiliki lebar 110 km dan 269 Justitia memiliki lebar 55 km. Benda-benda khusus seperti ini sangatlah menonjol karena keduanya memantulkan lebih banyak cahaya merah daripada tetangga mereka. Penyebabnya, adanya peningkatan kadar bahan organik kompleks seperti karbon dan metana. Objek seperti ini seharusnya tidak berada sama sekali di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, dan malah jauh lebih umum di antara objek trans-Neptunus di tata surya luar. Dengan ditemukannya asteroid ini, telah menjadi bukti penting bagi teori yang dikenal sebagai Nice Model. Yang mana dalam teori tersebut berpendapat bahwa planet Saturnus,...

Fosil Tinja Berusia 6.800 Tahun Ungkap Jenis Tumbuhan yang Dimakan Moa

Image
Sekelompok ahli paleontologi berhasil mengetahui jenis tumbuhan yang biasa dimakan salah satu spesies moa, burung legendaris yang telah punah. Mereka menemukan hal tersebut setelah memeriksa koprolit atau fosil tinja berusia 6.800 hingga 4.600 tahun yang dikaitkan dengan moa semak kecil yang bernama latin Anomalopteryx didiformis itu. Hasil penelitian terbaru ini mendukung hipotesis yang ada selama ini bahwa spesies moa tersebut biasa hidup menelusuri pohon-pohon dan semak-semak di hutan. Temuan dari riset ini memberikan bukti baru bahwa pakis juga merupakan bagian penting dari makanan moa tersebut. Sebagian besar dari apa yang para ilmuwan saat ini ketahui tentang pola makan moa Selandia Baru yang telah punah sangat bias terhadap hanya tiga spesies, yakni Dinornis robustus, Megalapteryx didinus, dan Pachyornis elephantopus. Ketiga spesies tersebut mewakili sekitar 90% dari semua sampel koprolit dan konten empedal atau kantong perut moa-moa yang teridentifikasi. Namun, menu makanan dar...

Norimitsu Odachi: Siapa Pemilik Pedang Jepang Abad ke-15 Ini?

Image
orimitsu Odachi adalah pedang besar dari Jepang atau pada kenyataanya adalah pedang raksasa. Pedang ini ditempa pada abad ke-15 M. Panjangnya 3,77 meter dengan berat 14,5 kilogram. Namun, pedang yang mengesankan ini masih diselimuti misteri. Orang Jepang terkenal karena teknologi pembuatan pedang mereka. Banyak jenis pedang telah diproduksi oleh para ahli pedang Jepang. Apalagi katana, yang paling banyak dikenal karena hubungannya dengan samurai. Tetapi ada juga jenis pedang lain yang kurang dikenal, salah satunya adalah odachi. Menurut laman Ancient Origins, odachi (pedang besar) suka disebut sebagai nodachi (pedang lapangan). Ini adalah jenis pedang Jepang berbilah panjang. Bilah odachi melengkung dan biasanya memiliki panjang sekitar 90-100 cm. Beberapa odachi bahkan tercatat memiliki bilah yang panjangnya dua meter.  Odachi terkenal sebagai salah satu senjata pilihan di medan pertempuran selama periode Nanboku-cho, yang berlangsung selama sebagian besar abad ke-14 Masehi. Selam...

Ahli Antariksa Temukan Badai Luar Angkasa Hujani Bumi dengan Elektron

Image
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, para ahli antariksa menemukan fenomena yang mereka anggap sebagai "badai luar angkasa" di atmosfer bagian atas Bumi. Laporan hasil studi yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Nature Communications telah memaparkan penemuan tersebut. Fenomena badai luar angkasa ini awalnya dideteksi oleh satelit-satelit milik Defense Meteorological Satellite Program. Kemudian para peneliti antariksa dari Shandong University di Tiongkok dan University of Reading di Inggris menyelidiki lebih lanjut temuan fenomena ini. "Badai luar angkasa", titik aurora mirip siklon dengan diameter lebih dari 621 mil (1.000 kilometer), ditemukan berputar-putar di ionosfer kutub utara bumi. Massa plasma dilaporkan memiliki pusat yang tenang, banyak lengan, dan "tren rotasi berlawanan arah jarum jam," tulis para peneliti. Badai luar angkasa ini menyebabkan terjadinya hujan elektron—bukan hujan air— di atas bumi. Tepatnya beberapa ratus kilometer di atas K...

Di Luar Tata Surya Kita, Planet Ini Seperti Bola Meriam Raksasa

Image
Sebelumnya para ilmuwan menemukan planet yang memiliki hujan besi di luar tata surya kita. Tapi bagaimana bila keseluruhan planet tersebut adalah sejenis besi atau logam yang memiliki bentuk yang asing di luar tata surya kita? Para astronom menyelidiki KOI 1843.03 yang mengorbit pada bintang katai merah yang memiliki massa kurang dari setengah massa matahari kita, dan terletak sekitar 395 tahun cahaya dari Bumi. Sebelumnya planet ini memiliki sekitar 44% massa Bumi dan 60% diameter bumi. Planet ini pada konstelasinya, mengorbit dengan jarak yang lebih dekat daripada planet lain yang dikenal. “Planet ini berkeliaran di sekitar bintangnya hanya dalam 4,245 jam. Satu tahun di planet ini hanya seperenam hari di Bumi,” kata Leslie Rogers, astrofisikawan dari University of Chicago yang menjadi senior pada penelitian ini dilansir dari Space.com Berdasarkan penelitian sebelumnya yang berfokus pada KOI 1843.03, Rogers bersama timnya menganalisis konsekuensi potensi dari gaya kuat gravitasi yang...

Tikus Gajah Ditemukan Kembali di Afrika Setelah 50 Tahun Menghilang

Image
Seekor mamalia yang diketahui masih terkait dengan gajah tetapi berukuran sekecil tikus, ditemukan kembali di Afrika setelah 50 tahun tak ditemukan. Makhluk itu ditemukan hidup dan sehat di Djibouti, sebuah negara di Tanduk Afrika, selama ekspedisi ilmiah. Tikus gajah, atau sengis, bukanlah gajah atau tikus. Ia memiliki hidung seperti belalai yang khas, yang digunakan untuk memakan serangga. Ada 20 spesies sengis di dunia. Sengis Somalia (Elephantulus revoilii) adalah salah satu yang paling misterius, hanya diketahui dari 39 individu yang dikumpulkan puluhan tahun lalu dan disimpan di museum. Steven Heritage, seorang ilmuwan peneliti di Duke University Lemur Center di Durham, AS, dan anggota ekspedisi ke Tanduk Afrika pada 2019, mengatakan dia sangat senang untuk menempatkan spesies itu "kembali ke radar". Heritage mengatakan kepada BBC: "Kami sangat gembira dan gembira ketika kami membuka jebakan pertama yang di dalamnya ada seekor tikus gajah, seekor sengi Somalia. ...

Penemuan Jejak Fosil Ungkap Buaya Purba Berjalan dengan Dua Kaki

Image
Para ilmuwan dikejutkan dengan penemuan beberapa buaya purba yang diduga bergerak dengan dua kaki. Bukti ini berasal dari jejak fosil yang terpelihara dengan indah di Korea Selatan. Jejak sepanjang 18-24 cm tersebut tersisa dalam sedimen berlumpur yang mengelilingi sebuah danau. Diperkirakan berasal dari 110-120 juta tahun lalu. Tim internasional di balik penemuan mengatakan mungkin bukti itu akan menantang persepsi kita tentang buaya. "Orang-orang cenderung menganggap buaya sebagai binatang yang tidak banyak berbuat; mereka hanya bermalas-malasan sepanjang hari di tepi Sungai Nil atau di sebelah sungai di Kosta Rika. Tidak ada yang berpikir bahwa ia bipedal dan dapat berjalan seperti burung unta atau T. rex," ungkap Martin Lockley, seorang profesor emeritus di University of Colorado, AS, kepada BBC (11/06/2020). Lockley dan rekannya telah menetapkan nama Batrachopus grandis untuk hewan yang membuat jejak itu--meskipun sisa-sisa fisiknya belum ditemukan. Pengakuan keberadaan ...

Hujan Asteroid Musnahkan Peradaban Manusia Kuno 12.800 Tahun Yang Lalu

Image
Sekitar 12.800 tahun lalu, ditemukan bukit di sebuah kawasan yang sekarang dikenal sebagai negara Suriah. Bukit tersebut merupakan salah satu permukiman awal manusia, tempat di mana orang-orang nomaden pertama kali mulai menetap dan mulai bercocok tanam. Setelah dilakukan penelitian mendalam, diketahui bahwa permukiman tersebut ternyata juga menjadi bukti momen besar lain dalam sejarah Bumi, yakni peristiwa kosmik.   Para arkeolog dari University of California menemukan bukti peristiwa kosmik pada benda-benda yang ditemukan di situs purbakala Abu Hureyra kuno di Suriah utara. Situs ini sekarang berada di bawah danau Asaad setelah ditelan banjir pada 1974.  Barang bukti tersebut berupa gumpalan kaca yang aneh, bahan bangunan dan tulang binatang. Untuk dapat menghasilkan gumpalan kaca seperti itu di Bumi, diperlukan suhu di atas 2.200° C. Dengan kata lain, permukiman tersebut kemungkinan dilanda asteroid yang sangat panas dan berenergi tinggi sebelumnya.  Dilansir dari IFL ...