Atmosfer Bumi Bocor ke Ruang Angkasa, Bilakah Akan Habis?
Delapan setengah tahun dalam tur besarnya menjelajah Tata Surya, pesawat ruang angkasa NASA, Voyager 2 bersiap dengan pertemuan lain. Saat itu 24 Januari 1986, dan Voyager 2 segera akan bertemu planet ketujuh yang misterius, Uranus yang sedingin es. Livescience.com, 26/03.
Selama beberapa jam berikutnya, Voyager 2 terbang pada jarak 50.600 mil (81.433 kilometer) dari puncak awan Uranus, mengumpulkan data yang mengungkapkan dua cincin baru, 11 bulan baru, dan suhu di bawah minus 353 derajat Fahrenheit (minus 214 derajat Celsius).
Dataset ini masih merupakan satu-satunya pengukuran jarak dekat yang pernah kita lakukan di planet ini. Tiga dekade kemudian, para ilmuwan memikirkan kembali data tersebut dan menemukan satu rahasia lagi.
Tanpa diketahui oleh seluruh komunitas fisika luar angkasa, 34 tahun yang lalu Voyager 2 terbang melalui plasmoid, sebuah gelembung magnet raksasa yang mungkin telah menggerakkan atmosfer Uranus ke luar angkasa. Temuan itu, yang dilaporkan dalam Geophysical Research Letters, menimbulkan pertanyaan baru tentang lingkungan magnetik satu-satunya di planet ini.
Atmosfer planet aneh yang goyah oleh tarikan magnetik bocor ke ruang angkasa di seluruh Tata Surya. Hidrogen muncul dari Venus untuk bergabung dengan angin matahari, aliran partikel yang terus menerus keluar dari Matahari. Jupiter dan Saturnus mengeluarkan gumpalan udara bermuatan listrik mereka. Bahkan atmosfer Bumi pun bocor. Jangan khawatir, atmosfer Bumi akan bertahan sekitar satu miliar tahun atau lebih.

Comments
Post a Comment