Ingin Buktikan Peradaban Alien, NASA Usulkan Cari Polusi Atmosfer di Planet Lain

 Ilustrasi gambaran planet lain.

Ilmuwan biasanya mencari alien dengan mendengarkan sinyal radio yang datang dari planet lain. Namun badan antariksa AS, NASA mengusulkan metode baru  yaitu mencari polusi dari planet lain.

Ilmuwan berpendapat bahwa jika sebuah planet ekstrasurya dihuni oleh peradaban teknologi, atmosfernya akan terisi dengan gas nitrogen dioksida (NO2) karena 76 persen emisi NO2 di Bumi disebabkan oleh aktivitas industri, seperti pembakaran bahan bakar fosil.

Dikutip dari Daily Mail, Sabtu, 13 Februari 2021, dalam studi baru, NASA memulai dengan menentukan apakah polusi NO2 menghasilkan sinyal yang dapat dideteksi dengan teleskop saat ini atau di masa depan.

Tim peneliti menemukan bahwa untuk planet mirip Bumi yang mengorbit bintang mirip matahari, peradaban yang menghasilkan jumlah NO2 yang sama dengan Bumi dapat dideteksi hingga sekitar 30 tahun cahaya.

Namun, pendeteksian itu hanya dapat dilakukan dengan sekitar 400 jam waktu pengamatan menggunakan teleskop besar NASA di masa depan yang mengamati pada panjang gelombang yang terlihat.

Di Bumi, sebagian besar nitrogen dioksida dipancarkan dari aktivitas manusia, proses pembakaran seperti emisi kendaraan dan pembangkit listrik berbahan bakar fosil," kata Ravi Kopparapu dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA.

"Di atmosfer yang lebih rendah (sekitar 10 hingga 15 kilometer) NO2 dari aktivitas manusia mendominasi dibandingkan dengan sumber non-manusia," ujarnya.

Oleh karena itu kata dia, mengamati NO2 di planet yang dapat dihuni berpotensi menunjukkan adanya peradaban industri.

Ada sekitar 4.000 planet telah ditemukan hingga saat ini yang mengorbit pada sebuah bintang, yang mungkin cocok untuk kehidupan atau telah dihuni dan peradaban teknologi hidup di sana dan berkembang pesat.

Namun, banyak dari exoplanet misterius ini sangat jauh dan astronom hanya dapat menggunakan teleskop yang kuat untuk menyelidiki atmosfer.

Hal inilah yang membuat NASA ingin mencari polusi NO2 di atmosfer dari planet.

"Tanda teknologi di planet ekstrasurya, yang disebut tanda teknologi, bisa jadi adalah apa yang dianggap polusi di Bumi, keberadaan gas yang dilepaskan sebagai produk sampingan dari proses industri yang tersebar luas, seperti NO2," kata NASA dalam pernyataannya.

Untuk studi ini, tim peneliti menggunakan pemodelan komputer untuk memprediksi apakah teleskop dapat mendeteksi polusi di planet yang jauh.

Setelah menemukan NO2 dapat diidentifikasi hingga 300 tahun cahaya, NASA kemudian menemukan bahwa bintang-bintang yang lebih dingin dan jauh lebih umum daripada Matahari akan menghasilkan sinyal NO2 yang lebih kuat dan lebih mudah dideteksi.

Dikarenakan NO2 juga diproduksi secara alami, para ilmuwan harus menganalisis exoplanet dengan cermat untuk melihat apakah ada kelebihan yang dapat dikaitkan dengan peradaban teknologi. ***

Comments

Popular posts from this blog

Penemuan Jejak Fosil Ungkap Buaya Purba Berjalan dengan Dua Kaki

Benda Misterius Jatuh di Situbondo

Apakah Primata Purba Berdampingan dengan T. Rex? Bukti Baru Perkuat Teori